27/1/2012 - Jumaat
Cuti masih berbaki lagi 2 hari, namun esok, insyallah awal2 pagi lagi akan bertolak ke kb, menghadiri AGM, dan kemudian terus bertolak ke ipg tercinta, chewah :D Insyallah, perjalanan esok bakal ditemani Kak Asma'. Hee, klu nak harapkan saya seorang, ralat juga nak drive seorang diri dari kb ke besut tu. Moga2 diberikan kesihatan yang baik untuk menghadiri AGM nanti, sekarang berada dalam kondisi yang tidak begitu baik. Moga2 ia menjadi kifarah dosa untukku..
Owh ye, sebentar tadi baru sahaja dapat berita ttg kelahiran cahaya mata pakcik Zulhairi n Kak Zini..Alhamdulillah, bertambah seorg lagi anak sedara, kihkih. Little mujahidah sedang berada di Terengganu skrg ini, moga acik ada peluang pergi ziarah kamu ye syg =) Dapatlah kenal2 Teluk Ketapang di Kuala Terengganu tu nanti.
Beberapa hari yg lalu juga baru menziarah along dan juga Kak Ina yang juga mendapat cahaya mata yang pertama, Muhammad Umar Qhalish namanya, comel dan sihat, tapi saya tak berani nak dukung, sebab dah lama sangat tak pegang baby. Aish, camne ni..hikhik.. :D
Erm, sebagai penutup entri kali ini, saya nak kongsikan karya kreatif daripada seorang akhwat. Moga2 ilham yang dicoretkannya ini mampu memberi manfaat untuk kebaikan ummah.
Wassalam...
KARYA : Jalan Ini
Bersama kenderaan ini ?
Bersama penumpang-penumpang lain ?
Mengikuti Seorang Si Pemandu yang Setia ,
Jalan ini ,
Bukan seperti hamparan karpet merah ,
Bukan seindah yang di bayangkan,
Bagi mereka yang mencari harum bau Islah ,
Panjang perjalanan ini bisa berakhir di Kampung Halaman ,
Kenderaan ini ,
Dahulu kecil ,
Namun tapaknya teguh.
Semakin hari enjinnya semakin kuat mengaum,
Bisa meredah jalan yang berliku ,
Pantas mencilok di kesesakkan waktu,
Tidak mudah mati jika mengharungi limpahan banjir,
Penumpang-Penumpang ini ,
Dahulunya tidak ada masa untuk bersama,
Tidak betah untuk bergurau senda,
Kini kami semakin mengenali ,
Mengenali antara satu sama lain,
Jikalau dulu senyum pembuka bicara,
Kini bisa menitis air mata jika lama tidak bersua muka,
Wahai Si Pemandu yang setia ,
Tiada kata bisa diungkapkan,
Jerit perihmu mengemudi perjalanan ini,
Tiada yang dapat membalasnya ,
Si Pemandu setia terkadang terbaring lesu ,
Si Pemandu setia terkadang merah muka menahan malu,
Si Pemandu yang setia terkadang berkejar-kejaran bersama waktu,
Si Pemandu yang setia terkadang kehabisan wang untuk memenuhi keselesaan para penumpang,
Namun , Si Pemandu setia tetap mengukir senyum di saban waktu ,
Dalam diam berdoa agar perjalanan ini bisa berakhir di kampung halaman tercinta
0 comments:
Post a Comment